"...Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan
bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan."(QS.5:8)
***
sekilas ayat di atas menggambarkan dengan gamblang bahwa Adil memiliki esensi yang begitu dekat dengan takwa. Sedangkan Takwa sendiri adalah puncak dari segala ibadah yang selalu dirindukan dan diharapkan seorang muslim. Allah selalu mendorong manusia untuk mencapai tingkatan taqwa ini dan kita sebagai manusia berusaha untuk mempertahankannya setelah mendapatkannya. Demikian Allah mewajibkan kepada orang-orang beriman untuk berpuasa agar mereka bertaqwa (Kitab Suci Alqur'an Al-Baqarah : 183).
Sebab taqwa itu akan menanamkan akhlak mulia pada manusia yang efeknya bukan saja terhadap dirinya sendiri, tapi juga terhadap masyarakatnya. Pada umumnya semua istilah dan pengertian dalam Alqur'an tentang taqwa bermuara pada satu hal yaitu buah ibadah seseorang. Sebagaimana firman Allah dalam Alqur'an berikut ini :
Berikut kriteria orang-orang yang bertaqwa berdasarkan firman Allah dalam Alqur'an, Antara lain :
1. Menepati Janji
2. Menegakkan Keadilan
3. Bersifat Pemaaf
4. Bersifat Istiqamah, yaitu berkepribadian kuat dan teguh
5. Tidak mempunyai rasa takut dan duka cita dalam hidup, seperti para wali-wali Allah
6. Sabar, yaitu sifat yang tabah, tahan uji, pantang menyerah dan tidak berputus asa. Sabar dalam beribadah, sabar dalam berjihad, sabar dalam menghadapi musibah, sabar dari perbuatan maksiat yang merajalela dan sabar dari godaan duniawi.
Manusia yang berhasil mencapai derajat taqwa kemudian berusaha mempertahankannya terus, dipandang sebagai manusia yang sukses ibadahnya. Ia laksana sebatang pohon yang baik, yang ditanam serta dipelihara, ia telah berbuah kemudian memberikan kenikmatan kepada manusia. Karena itu Allah menempatkan manusia taqwa sebagai manusia paling mulia disisi dan dalam pandangan-Nya.
***
sekilas ayat di atas menggambarkan dengan gamblang bahwa Adil memiliki esensi yang begitu dekat dengan takwa. Sedangkan Takwa sendiri adalah puncak dari segala ibadah yang selalu dirindukan dan diharapkan seorang muslim. Allah selalu mendorong manusia untuk mencapai tingkatan taqwa ini dan kita sebagai manusia berusaha untuk mempertahankannya setelah mendapatkannya. Demikian Allah mewajibkan kepada orang-orang beriman untuk berpuasa agar mereka bertaqwa (Kitab Suci Alqur'an Al-Baqarah : 183).
Sebab taqwa itu akan menanamkan akhlak mulia pada manusia yang efeknya bukan saja terhadap dirinya sendiri, tapi juga terhadap masyarakatnya. Pada umumnya semua istilah dan pengertian dalam Alqur'an tentang taqwa bermuara pada satu hal yaitu buah ibadah seseorang. Sebagaimana firman Allah dalam Alqur'an berikut ini :
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. (Kitab Suci Alqur'an. Al-Baqarah : 21)
Berikut kriteria orang-orang yang bertaqwa berdasarkan firman Allah dalam Alqur'an, Antara lain :
1. Menepati Janji
(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (Kitab Suci Alqur'an. Al-Imran : 76)
2. Menegakkan Keadilan
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Kitab Suci Alqur'an. Al-Maidah : 8)
3. Bersifat Pemaaf
Jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika istri-istrimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah, dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan. (Kitab Suci Alqur'an. Al-Baqarah : 237)
4. Bersifat Istiqamah, yaitu berkepribadian kuat dan teguh
Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidilharam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (Kitab Suci Alqur'an. At-Taubah : 7)
5. Tidak mempunyai rasa takut dan duka cita dalam hidup, seperti para wali-wali Allah
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (Kitab Suci Alqur'an. Yunus : 62-63)
6. Sabar, yaitu sifat yang tabah, tahan uji, pantang menyerah dan tidak berputus asa. Sabar dalam beribadah, sabar dalam berjihad, sabar dalam menghadapi musibah, sabar dari perbuatan maksiat yang merajalela dan sabar dari godaan duniawi.
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Kitab Suci Alqur'an. Al-Imran : 200)
Manusia yang berhasil mencapai derajat taqwa kemudian berusaha mempertahankannya terus, dipandang sebagai manusia yang sukses ibadahnya. Ia laksana sebatang pohon yang baik, yang ditanam serta dipelihara, ia telah berbuah kemudian memberikan kenikmatan kepada manusia. Karena itu Allah menempatkan manusia taqwa sebagai manusia paling mulia disisi dan dalam pandangan-Nya.
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Kitab Suci Alqur'an. Al-Hujurat : 13)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar